Deployment Model Infrastuktur Cloud Computing

Terdapat 4 model deployment Infrasttruktur CLoud Computing :
1. Private Cloud
Infrastukrur layanan cloud dioperasikan hanya untuk sebuah organisasi/perusahaan tertentu. Pelanggannya biasanya organisasi dengan skala besar. Infrastruktur bisa dikelola sendiri atau oleh pihak ke-tiga. Lokasi bisa on-site atau off-site.

2. Community Cloud
Dalam model ini, sebuah infrastruktur cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan kepentingan, misalnya dari segi misinya atau tingkat keamanan yang dibutuhkan, dan lainnya. Jadi community cloud ini adalah pengembangan terbatas dari private cloud. Dan sama juga dengan private cloud, infrastruktur cloud yang ada bisa dimanage oleh salah satu organisasi atau oleh pihak ke-tiga.

3. Public Cloud
Jenis layanan cloud yang disediakan untuk umum atau group perusahaan. Layanan disediakan oleh perusahaan penjual layanan cloud.

4. Hybrid Cloud
Merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur cloud (private, community, public). Meskipun secara entitas mereka tetap berdiri sendiri tapi dihubungkan oleh suatu teknologi/mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar cloud itu.

sumber :
NIST (2011). The Nist Definition of Cloud Computing (Draft).
John Sitohang (2011). Prinsip dasar cloud computing

Layanan Cloud Computing

Untuk layanan, terdapat 3 jenis layanan (service) yang diberikan oleh cloud.

1. Software as a Service (SaaS)

         Layanan Cloud yang paling dahulu populer, merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Porvider). Pelanggan dapat menggunakan SaaS dengan cara berlangganan atau pay-per-user sehingga tidak perlu investasi IT. Contoh layanan SaaS adalah Salesforce.com dengan layanan CRM online (menjadi icon SaaS), Zoho.com dengan layanan word processor seperti google docs, Xero.com dengan akunting online, Lotuslive.com dari IBM dengan layanan kolaborasi/unified communication.

2. Platform as a Service (PaaS)

         PaaS adalah layanan yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi yang hanya dapat berjalan diatas platform tersebut. Pionir PaaS adalah Google Appengine yang menyediakan aplikasi diatas platform Google dengan bahasa pemrograman  Phyton dan Django. Penyedia layanan PaaS lainnya seperti : Salesforce melalui force.com menyediakan modul-modul untuk mengembangkan aplikasi diatas salesforce dengan menggunakan bahasa apex. contoh lainnya adalah facebook yang memungkinkan kita mengembangkan aplikasi di facebook seperti aplikasi game yang dilakukan oleh zynga.

3. Infrastructure as a Service (IaaS)

adalah sebuah layanan yang menyewakan sumber daya teknologi informasi dasar, yang meliputi media penyimpanan, processing power, memory, sistem operasi, kapasitas jaringan, dan lain-lain, yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya. Model bisnisnya mirip dengan penyedia data center yang menyewakan ruangan untuk co-location , tapi ini lebih ke level mikronya. Penyewa tidak perlu tahu , dengan mesin apa dan bagaimana caranya. Salah satu pionir dalam dalam penyediaan IaaS ini adalah Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elasting Computing Cloud). Layanan Amazon EC2 ini menyediakan berbagai pilihan persewaan mulai dari CPU, media penyimpanan, dilengkapi dengan sistem operasi, dan juga platform pengembangan aplikasi yang bisa disewa dengan perhitungan jam-jaman.

sumber :
NIST (2011). The Nist Definition of Cloud Computing (Draft).
John Sitohang (2011). Prinsip dasar cloud computing

Karakteristik Cloud Computing

Cloud Computing terdiri atas enam buah karakteristik utama yaitu
1. On Demand Self Service (pelayanan mandiri diri sendiri saat diperlukan)
Pengguna dapat memesan dan mengelola layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan mengguna-kan, sebuah portal web dan manajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumber daya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia
2. Broad Network Access (akses jaringan yang besar)
Layanan yang tersedia terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama untuk dapat diakses secara memadai melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick clien, ataupun media lain seperti smartphone.
3. Resource Pooling (resource menyatu)
Penyedia layanan cloud memberikan layanan melalui sumberdaya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi tenant ini memungkinkan sejumlah sumberdaya komputasi digunakan bersama-sama oleh sejumlah user, dimana sumberdaya tersebut baik yang berbentuk fisik maupun virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna/pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumberdaya komputasinya dipenuhi oleh penyedia layanan. Yang penting, semua permintaan dapat terpenuhi. Sumberdaya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan, mesin virtual.
4. Rapid Elasticity (elastisitas cepat)
Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baik itu dalam bentuk penambahan atau pengurangan kapasitas yang diperlukan.
5. Measured Service (layanan pengukuran)
Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumberdaya komputasi yang digunakan (penyimpanan,memory,processor,lebar pita, dan aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.

sumber :
NIST (2011). The Nist Definition of Cloud Computing (Draft).
John Sitohang (2011). Prinsip dasar cloud computing

Aspek Jaringan pada Cloud Computing 2011

Cloud Computing menjadi tema dalam Call paper IEEE Network Magazine, terutama dalam membahas aspek jaringan. Berikut adalah tema-tema yang menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut :

  • Data center architecture
    • Server interconnection
    • Routers (switching technology) for data center deployment
    • Centralization of network administration/routing
  • Energy-efficient cloud networking
    • Low energy routing
    • Green data centers
  • Measurement-based network management
    • Traffic engineering
    • Network anomaly detection
    • Usage-based pricing
  • Security issues in clouds
    • Secure routing
    • Security threats and countermeasures
    • Virtual network security
  • Virtual Networking
    • Virtualized network resource management
    • Virtual cloud storage
  • Futuristic topics
    • Interclouds
    • Cloud computing support for mobile users

Berdasarkan informasi diatas, mungkin saya akan mengambil tema diatas untuk dipelajari lebih lanjut, tugas besar menantii…. Bismillah.

Mengenal Cloud Computing

Tulisan saya sebelumnya, seringkali berbicara tentang cloud computing. Apa itu cloud computing ? Saya coba jelaskan dengan gambar diatas.

Dari gambar diatas diperlihatkan perbedaaan penggunaan sistem komputer konvensional dan cloud computing (komputasi awan).

Untuk komputer konvesional yang biasanya kita gunakan, kita harus membeli dari mulai hardware dan software, yang otomatis itu menjadi hak milik kita. Setelah tersedia hadware dan software, kita tidak bisa langsung menggunakannya, tapi harus dilakukan instal hardware dan software, mensetting konfigurasi, cek hasil intalasi dan apabila sudah dilakukan install, kita akhirnya bisa menggunakannhya. Untuk semua proses itu kita harus mengeluarkan uang yang relatif banyak. Semuanya ditanggung oleh user.

Sedangkan untuk dapat menggunakan fasilitas cloud computing, kita hanya cukup subscribe (mendaftar), dan langsung bisa menggunakan, dan kita hanya membayar sesuai dengan yang kita pakai (pay for what you use). Itu sama halnya seperti kita berlangganan PLN, kita tidak harus memiliki instalasi listrik sendiri, tapi cukup berlangganan dan membayar sesuai pemakaian. User dibebaskan dari pemeliharaan rutin, penyediaan hardware dan aktifitas rutin teknologi IT di sebuah perusahaan. User bisa mempercayakan perawatan, pemeliharaan, keamanan kepada provider Komputasi Awan.

Menurut definisi dari National Institute of Standards and Technology (NIST), cloud computing adalah model yang memungkinkan penggunaan bersama suatu resource (network, server, storage, aplikasi, layanan, dan sebagainya) secara mudah, dapat dilakukan dimana saja, dan on demand. Layanannya secara cepat disediakan dan dilepas dengan meminimalisir usaha untuk manajemennya maupun interaksi dengan penyedia layanan.

 

Bagaimana, apakah sudah mulai terbayang, apa itu cloud computing , kalau masih belum, nantikan posting berikutnya.

sumber :
Rajkumar buyya (2011). Cloud Computing Principle and Paradigms.
NIST (2011). The Nist Definition of Cloud Computing (Draft).
NIST (2009). Effectively and Securely Using The Cloud Computing Paradigm.

Topik Aktual Teknologi Informasi 2010 -2011

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gartner, inc (Sebuah perusahaan terkemuka di dunia yang melakukan penelitian dan sebagai penasehat dalam bidang teknologi informasi), bahwa pada tahun 2010, media tablet, private cloud computing, dan 3D flat-panel TVs and displays adalah beberapa teknologi yang menduduki urutan puncak dalam Gartner Hype Cycle.

Hype Cycle for Emerging Technologies, 2010
Bagaimana dengan tahun 2011 ?
Gartner Executive Program melakukan survey terhadap lebih dari 2000 CIO,trend teknologi untuk tahun 2011,adalah sebagai berikut :

Source: Gartner EXP (January 2011)

Dari penelitian dan survey diatas, topik cloud computing sedang ramai diperbincangkan. Apa itu cloud computing, dan apa saja teknologi didalamnya, nanti saya akan coba bahas di posting selanjutnya.

Sumber :

Gartner, inc. Gartner’s 2010 Hype Cycle Special Report Evaluates Maturity of 1,800 Technologies.