Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi dan internet makin berkembang dengan pesat. Teknologi internet serta penggunaan perangkat-perangkat komputasi (mulai dari smartphone, PC, notebook, tablet) hampir tidak dapat terlepas dari kegiatan keseharian masyarakat maju. Ketersediaan akses internet yang terjangkau dan berkualitas baik makin meluas di masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi internet, secara bertahap memberikan perubahan-perubahan terhadap aktifitas masyarakat yang penting, termasuk dalam aktifitas bisnis. Bagaimana peran teknologi informasi dan komputasi untuk melejitkan bisnis serta kehidupan yang lebih mudah, senantiasa menjadi isu yang terus digali dan dikemabangkan menjadi sesuatu inovasi.

Satu isu yang menarik untuk disimak adalah perkembangan teknologi Komputasi Awan (Cloud Computing). Gartner Executive Programs melakukan survey terhadap lebih dari 2000 CIO terkait trend teknologi 2011, hasilnya cloud computing berada dalam posisi pertama [1]. Cloud Computing adalah suatu istilah yang ditujukan untuk aktifitas komputasi dengan menggunakan resource komputer jaringan internet yang superluas. Dengan teknologi Cloud Computing user dapat menggunakan beragam aktifitas komputasi berbasis web melalui jaringan internet yang menyediakan resource komputasi yang sangat luas.

Cloud computing is a model for enabling convenient, on-demand network access to a shared pool of configurable computing resources (e.g., networks, servers, storage, applications, and services) that can be rapidly provisioned and released with minimal management effort or service provider interaction [2].

Beragam aplikasi, aktifitas menyimpan data-data, mengolah data dapat dilakukan melalui perangkat dan jaringan Cloud, perusahaan penyedia jasa teknologi Cloud Computing. User dibebaskan dari pemeliharaan rutin, penyediaan hardware dan aktifitas rutin teknologi IT di sebuah perusahaan yang lazim. User bisa mempercayakan perawatan, pemeliharaan, keamanan kepada provider Cloud Computing. Analoginya seperti kita mengkonsumsi listrik melalui PLN, kita tidak harus memiliki instalasi listrik sendiri, tapi cukup berlangganan dan membayar sesuai pemakaian.

Efisiensi dan efektifitas memang aspek yang coba ditawarkan Komputasi Awan. Perusahaan bisa menghemat biaya pemeliharaan hardware, menghemat pembelian data storage, pembelian software yang mahal. Hampir semua dapat di alihkan kepada perusahaan penyedia Cloud Computing. Energi dan fokus perusahaan bisa lebih dicurahkan untuk aspek strategis yang menyangkut core-business perusahaan. Akan tetapi disisi yang lainnya, faktor keamanan menjadi titik kritis dari Cloud Computing ini. Gartner, inc dalam hype cycle cloud computing 2011, memperlihatkan Cloud Security berada dalam urutan teratas yang menjadi perhatian [3]. Selain Gartner, IDC eXchange, melakukan survey terkait layanan Cloud, dan faktor keamanan menjadi fokus perhatian [4].

Tanpa disadari sebenarnya kita sudah cukup akrab dengan dunia cloud computing. Contoh sederhana lainnya adalah mengirimkan dan menerima email dengan menggunakan Web mail. Kita tidak pernah mendevelop server email dan investasi perangkat pendukungnya namun tinggal memakai dari yang gratisan sampai berbayar. Karena sifatnya pribadi dan bukan menyangkut “masalah penting” kita tidak pernah memikirkan keamanan data-data email yang kita simpan pada server orang lain. Namun pada saat data yang disimpan adalah data perusahaan menyangkut keuangan dan rahasia perusahaan kita jadi was-was, amankah data email perusahaan kita?

Beberapa pertanyaan patut diajukan saat usaha kita mulai go cloud computing, seperti misalnya siapa yang berada di Cloud itu? Siapa yang mengelola para partisipan di Cloud? Bagaimana aturan main di dalam Cloud, yang melibatkan beberapa pihak? Bagaimana model pengelolaan database dan informasi di Cloud? Secara spesifik, calon pemakai jasa Cloud harus bertanya, bagaimana data mereka dilindungi? Bagaimana penyedia jasa mengatasi celah-celah ancaman?

Karena masalah keamanan ini, pemakai jasa cloud membutuhkan sebuah mekanisme untuk mengukur keamanan aset informasi mereka yang beroperasi di cloud. Diantara alternatif tersedia untuk pemakai jasa cloud untuk pemantauan, pengukuran dan informasi sehingga meningkatkan keamanan aset yang dikelola di cloud adalah untuk mengembangkan metrik keamanan informasi.
Dalam penelitian ini, penulis akan mengidentifikasi ancaman keamanan informasi di cloud yang selanjutnya mengidentifikasi aspek keamanan informasi apa saja yang bisa terpengaruh ancaman tersebut dan memilih framework yang cocok untuk mengembangkan metrik keamanan informasi.

2 Responses to Latar Belakang

  1. Pingback: Daftar Isi Paper « Jaringan Informasi

  2. Pingback: Research Question « Jaringan Informasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: